Foto : Bersih Desa Ngrupit 2026, Tradisi Leluhur yang Menguatkan Spiritual dan Persatuan Warga, Kamis (21/5/2026).
PONOROGO I desangrupit.id – Tradisi Bersih Desa di Ngrupit – Kecamatan Jenangan – Kabupaten Ponorogo, kembali digelar meriah dan penuh khidmat pada tahun 2026. Kegiatan tahunan yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong, rasa syukur, serta ikhtiar masyarakat Jawa dalam menjaga harmoni kehidupan.

Bersih Desa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tradisi adat yang sarat makna spiritual dan sosial. Melalui rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan, masyarakat memanjatkan rasa syukur atas hasil panen, rezeki, serta memohon keselamatan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Kepala Desa Ngrupit, Suherwan, SH., MH., menyampaikan bahwa rangkaian Bersih Desa tahun ini masih mempertahankan nilai dan tradisi seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Bersih Desa tahun ini dirangkai seperti tahun lalu. Diawali ziarah makam, kemudian khotaman dan sima’an Al-Qur’an, lalu malam ini dilaksanakan genduri atau tasyakuran bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan malam ziarah qubur yang diikuti warga dan tokoh masyarakat. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur desa. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kehidupan hari ini tidak lepas dari perjuangan leluhur terdahulu yang telah membangun dan menjaga desa.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sima’an dan khotaman Al-Qur’an di balai desa bersama para santri dan tokoh agama. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana religius yang menyejukkan, sekaligus menjadi doa bersama agar Desa Ngrupit senantiasa diberi kedamaian, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala musibah.
Pada malam harinya, masyarakat berkumpul dalam acara genduri dan kirim doa. Tradisi makan bersama tersebut menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan kuatnya nilai gotong royong masyarakat desa yang hingga kini tetap terjaga.
Puncak acara Bersih Desa akan digelar pada Jumat malam Sabtu melalui pengajian umum yang menghadirkan mubalighoh Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan. Pengajian tersebut diperkirakan akan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah sekitar sebagai momentum memperkuat nilai keagamaan dan persatuan umat.
Suherwan menegaskan, tradisi Bersih Desa harus terus dijaga karena bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan spiritual masyarakat.
“Tradisi ini adalah kekuatan desa. Di dalamnya ada gotong royong, doa bersama, budaya, dan persatuan warga. Ini yang harus terus dijaga oleh generasi muda,” tambahnya.
Di tengah arus modernisasi, masyarakat Ngrupit menunjukkan bahwa adat dan tradisi tetap mampu hidup berdampingan dengan perkembangan zaman. “Bersih Desa bukan hanya bentuk pelestarian budaya, tetapi juga wujud nyata bahwa nilai religius, kebersamaan, dan rasa syukur masih menjadi pondasi utama kehidupan masyarakat pedesaan,” tandasnya.
- Reporter : Media Center.












