Bersih Desa Ngrupit 2026: Menjaga Sejarah, Menguatkan Agama, Merawat Kerukunan Warga

  • Bagikan

Foto : Nyai Hj. Nurul Abidah Ustadzah dari Pasuruan saat di panggung utama pengajian umum Bersih Desa Ngrupit 2026, Jumat (22/5/2026). 

PONOROGO I desangrupit.or.id – Tradisi Bersih Desa di Desa Ngrupit tahun 2026 berlangsung penuh khidmat dan sarat makna. Kegiatan tahunan yang menjadi warisan leluhur itu tidak sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, spiritualitas, dan penghormatan terhadap sejarah desa.

Puncak kegiatan bersih desa Ngrupit di gelar dengan pengajian umum menghadirkan mubalighoh ternama, Nyai Hj. Nurul Abidah. Kehadiran ulama perempuan dari Pasuruan tersebut disambut antusias masyarakat yang sejak beberapa hari terakhir telah mengikuti rangkaian kegiatan bersih desa.

Agenda Bersih Desa Ngrupit diawali dengan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan pendiri desa. Selanjutnya dilaksanakan sima’an Al-Qur’an di balai desa yang diikuti tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat umum. Pada malam harinya digelar genduri dan kirim doa bersama sebagai wujud rasa syukur sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh warga Desa Ngrupit.

Kepala Desa Ngrupit, Suherwan, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat berdirinya Desa Ngrupit dan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para pendahulu.

Menurutnya, sejarah desa bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi fondasi moral yang mengajarkan perjuangan, gotong royong, dan persaudaraan antar warga. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan hidup rukun di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

“Para pendiri desa telah memberikan teladan tentang persatuan dan kebersamaan. Tugas generasi sekarang adalah menjaga kerukunan itu agar Desa Ngrupit tetap damai dan guyub,” ujarnya.

Kegiatan bernuansa religi dalam tradisi bersih desa dinilai menjadi pengingat penting bahwa agama memiliki peran besar dalam membangun harmoni sosial. Melalui pengajian, doa bersama, dan sima’an Al-Qur’an, masyarakat diajak memperkuat akhlak, mempererat silaturahmi, serta menanamkan nilai saling menghormati.

Di tengah arus modernisasi dan derasnya pengaruh media sosial yang kerap memicu perpecahan, tradisi seperti Bersih Desa Ngrupit menjadi ruang pemersatu masyarakat. Tradisi ini mempertemukan seluruh lapisan warga tanpa memandang perbedaan status sosial maupun golongan.

Pengajian umum bersama Nyai Hj. Nurul Abidah menjadi magnet utama puncak acara. Selain menyampaikan tausiah keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat persaudaraan dan menjaga identitas budaya religius masyarakat desa.

Bersih desa bukan hanya menjaga tradisi tahunan, melainkan menjaga ingatan sejarah dan memperkuat nilai agama agar kerukunan tetap hidup dari generasi ke generasi.

Hadir dalam pengajian umum, Muslim campur Kenangan (Camat, Danramil, Kapolsek), Kepala Desa, BPD, LPMD, Perangkat desa, PKK, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta seluruh masyarakat Desa Ngrupit.

  • Reporter : Medan Center. 
  • Bagikan