Haflatut Tasyakkur Khotmil Qur’an dan Jami’iddurus Ponpes BUQ Gentan, Gus Muham dan Gus Kautsar Sampaikan Pesan Kemuliaan Al-Qur’an

  • Bagikan

Foto : Gus Muham dan Gus Kautsar Sampaikan Pesan Kemuliaan Al-Qur’an, Sabtu (27/6/2026).

PONOROGO I desangrupit.id  – Ribuan jamaah memadati halaman Pondok Pesantren Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an (BUQ) Gentan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo dalam rangka Haflatut Tasyakkur Khotmil Qur’an wa Jami’iddurus yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan pondok pesantren tersebut tidak hanya menjadi momentum syukur atas selesainya para santri dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an dan kajian keilmuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara ulama, santri, masyarakat, dan pemerintah.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Rabu 24 Juni 2026 melalui pelaksanaan Sima’an Al-Qur’an dan doa bersama dalam rangka Haul Masyayikh dan para leluhur. Kegiatan tersebut diikuti para santri, alumni, masyarakat, serta para tamu undangan yang bersama-sama mendoakan para ulama, pendiri pondok, dan para pendahulu yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.

Suasana religius begitu terasa saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di lingkungan pondok pesantren. Para jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para masyayikh dan leluhur.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu malam melalui pengajian akbar Haflatut Tasyakkur Khotmil Qur’an wa Jami’iddurus yang menghadirkan dua ulama muda, yakni KH. Muhammad Mahfudz Harir (Gus Muham) dari Bentengan Demak dan KH. Muhammad Abdurrahman Al-Khautsar (Gus Kautsar) dari Pondok Pesantren Ploso Kediri.

Dalam mauidhoh hasanahnya, Gus Muham menyampaikan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh jabatan, kekayaan, ataupun kedudukan sosial, melainkan oleh kedekatannya dengan Al-Qur’an.

Menurutnya, para penghafal Al-Qur’an merupakan hamba-hamba pilihan yang diberikan amanah besar oleh Allah SWT. Karena itu, seorang hafidz dan hafidzah tidak hanya dituntut menjaga hafalan, tetapi juga menjaga akhlak, perilaku, dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang yang dekat dengan Al-Qur’an akan dimuliakan Allah SWT. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafal, tetapi harus diamalkan sehingga menjadi cahaya dalam kehidupan,” ungkap Gus Muham di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga mengingatkan para santri agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, karena kemuliaan sejati lahir dari hati yang dekat dengan kalam Allah.

Sementara itu, Gus Kautsar menegaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Keberadaan mereka tidak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi sumber keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Menurutnya, orang tua yang dikaruniai anak penghafal Al-Qur’an merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Oleh sebab itu, para santri harus terus menjaga hafalan, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, serta menjaga akhlak di tengah masyarakat.

“Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Allah akan menjaga kehidupannya. Siapa yang memuliakan Al-Qur’an, maka Allah akan memuliakannya di dunia dan akhirat,” tutur Gus Kautsar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an agar kehidupan umat Islam senantiasa mendapat petunjuk dan keberkahan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya jamaah yang hadir. Mereka datang dari berbagai wilayah di Ponorogo maupun luar daerah untuk mengikuti pengajian dan memperoleh keberkahan dari para ulama.

Kepala Desa Ngrupit, Suherwan, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya Haflatut Tasyakkur Khotmil Qur’an wa Jami’iddurus Pondok Pesantren Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an Gentan.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan agama, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Atas nama Pemerintah Desa Ngrupit, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Haflatut Tasyakkur Khotmil Qur’an wa Jami’iddurus. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi pondok pesantren, para santri, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Suherwan berharap Pondok Pesantren BUQ Gentan dapat terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, pondok pesantren merupakan benteng moral dan spiritual yang sangat penting di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Kegiatan Haflatut Tasyakkur Khotmil Qur’an wa Jami’iddurus ini pun menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan Islam, penghormatan kepada para ulama dan masyayikh, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an masih terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi pribadi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan bermanfaat bagi sesama.

  • Reporter : Media Center. 
  • Bagikan